Pascasarjana UINSU Gelar Bedah Kitab Klasik tentang Adab Ilmu di Ulul Albab Centre

Medan — Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tradisi keilmuan Islam melalui kegiatan Bedah Kitab bertajuk “Tazkirah al-Sami’ wa al-Mutakallim fi Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim” karya ulama besar Ibn Jama’ah (639–733 H). Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Masjid Ulul Albab Pascasarjana UINSU, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Kegiatan ilmiah ini menghadirkan Dr. Ahmad Darlis, M.Pd.I sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengulas secara mendalam nilai-nilai adab dalam proses menuntut dan mengajarkan ilmu sebagaimana dirumuskan oleh Ibn Jama’ah, yang dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di era modern. Menurutnya, tantangan utama pendidikan dewasa ini tidak hanya terletak pada aspek metode dan kurikulum, tetapi juga pada penguatan adab akademik antara pendidik dan peserta didik.

“Kitab ini menegaskan bahwa ilmu tidak akan memberi manfaat tanpa adab. Relasi antara guru dan murid harus dibangun atas dasar akhlak, keteladanan, dan keikhlasan,” tegasnya.

Kegiatan ini berada di bawah naungan Ulul Albab Centre Pascasarjana UINSU, sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang berfokus pada kajian turats, penguatan adab keilmuan, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan tinggi. Ulul Albab Centre secara konsisten menghadirkan ruang-ruang akademik yang mempertemukan literatur klasik dengan realitas pendidikan kontemporer.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh dan akademisi, di antaranya Prof. Dr. Syaukani, M.Ed., ADM, Prof. Dr. Haidar Putra Daulay, MA, Prof. Dr. Mardiana, M.Pd, Prof. Dr. Amiruddin Siahaan, M.Pd, Prof. Dr. Masganti Sitompul, M.Ag, serta Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd. Kehadiran para guru besar tersebut turut memperkaya diskusi ilmiah yang berlangsung secara dinamis.

Selain sesi bedah kitab, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan konsultasi dan pengembangan lembaga pendidikan Islam, sebagai bentuk kontribusi nyata Pascasarjana UINSU kepada masyarakat dan institusi pendidikan Islam. Layanan ini memberikan ruang dialog dan pendampingan bagi pengelola lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas tata kelola, kurikulum, serta penguatan karakter keislaman.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Salamuddin, M.A, selaku Khadim Ulul Albab Centre, menegaskan bahwa kegiatan bedah kitab merupakan ikhtiar penting dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam di lingkungan akademik.

“Masjid Ulul Albab harus menjadi pusat peradaban ilmu, tempat bertemunya tradisi kitab klasik dengan kebutuhan pendidikan Islam masa kini,” ungkapnya.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan serta BKM Masjid Ulul Albab Pascasarjana UINSU. Antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan civitas akademika menunjukkan bahwa kajian kitab klasik tetap memiliki daya tarik dan relevansi yang kuat dalam penguatan adab dan karakter akademik.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UINSU kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan insan akademik yang beradab, berintegritas, dan berwawasan keululalbaban.