
Medan — Pascasarjana UIN Sumatera Utara memperkuat peran tridharma perguruan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) dengan Rutan Kelas I Medan. Kerja sama ini dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan bertajuk Madrasah Jiwa di Bulan Suci: Pesan Taubat Menggema dari Rutan Kelas I Medan yang digelar dalam suasana Ramadhan penuh khidmat.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi warga binaan sekaligus wadah sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pemasyarakatan dalam pembinaan keagamaan, psikologis, dan sosial. Momentum tersebut juga menjadi tonggak penguatan kerja sama berkelanjutan antara Pascasarjana UINSU dan Rutan Kelas I Medan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas I Medan menyampaikan apresiasi atas kehadiran sivitas akademika Pascasarjana UINSU dalam kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa program Madrasah Jiwa memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran diri, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan semangat perubahan positif.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Kehadiran Pascasarjana UINSU memberikan nuansa baru dalam pembinaan rohani warga binaan. Program ini bukan sekadar ceramah, tetapi menjadi ruang dialog batin agar mereka mampu memaknai kesalahan masa lalu sebagai pintu menuju perbaikan hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UIN Sumatera Utara dalam sambutannya sekaligus memberikan tausiah bertema taubat dan perubahan diri. Ia menekankan bahwa taubat bukan sekadar ungkapan penyesalan, tetapi sebuah proses kesadaran untuk kembali kepada jalan yang benar dan membangun masa depan yang lebih bermakna.
Dalam tausiahnya, Wakil Rektor IV menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri, selama masih ada kemauan dan kesadaran. Ia mengutip nilai-nilai Al-Qur’an tentang rahmat Allah yang luas serta pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembaruan jiwa.
“Taubat adalah pintu harapan. Tidak ada manusia yang bebas dari salah, tetapi yang paling mulia adalah mereka yang mau kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Ramadhan mengajarkan kita bahwa perubahan tidak harus menunggu esok hari, tetapi dimulai sekarang, dari dalam hati,” tuturnya di hadapan warga binaan.
Direktur Pascasarjana UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi., Psikolog, dalam Komentarnya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk menghadirkan pendidikan Islam yang menyentuh aspek kemanusiaan secara langsung. Menurutnya, pembinaan spiritual yang dilakukan melalui program Madrasah Jiwa sejalan dengan misi Pascasarjana UINSU dalam mengintegrasikan nilai keilmuan, keislaman, dan kepedulian sosial.
“Kerja sama ini kami rancang bukan hanya sebagai agenda kelembagaan, tetapi sebagai gerakan akademik yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Rutan menjadi ruang pengabdian yang penting bagi dosen dan mahasiswa Pascasarjana untuk menerapkan ilmu dalam konteks pembinaan moral dan psikologis,” ungkapnya.
Penandatanganan MoA antara Pascasarjana UINSU dan Rutan Kelas I Medan mencakup kerja sama dalam bentuk penyelenggaraan kajian keislaman rutin, pendampingan psikososial, penguatan literasi keagamaan, serta pelibatan mahasiswa Pascasarjana dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis penelitian. Kerja sama ini diharapkan menjadi model sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan dalam membangun sumber daya manusia yang lebih baik.
Kegiatan Madrasah Jiwa di Bulan Suci juga diisi dengan dialog interaktif, pembacaan refleksi taubat, serta doa bersama sebagai simbol komitmen perubahan hidup para warga binaan. Suasana haru dan khusyuk mewarnai jalannya acara, mencerminkan kuatnya pesan moral yang disampaikan.
Dengan terlaksananya kerja sama ini, Pascasarjana UIN Sumatera Utara menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat. Program ini diharapkan berkelanjutan dan memberi dampak jangka panjang bagi warga binaan serta memperkuat citra UINSU sebagai kampus Islam yang humanis dan transformatif.


