Hidupkan Tradisi Keilmuan Islam, Pascasarjana UINSU Sukses Gelar Kajian Kitab Tasawuf dan Psikoterapi

Medan – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan melalui Ulul Albab Centre sukses menyelenggarakan Kajian Kitab Tasawuf dan Psikoterapi pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Masjid Ulul Albab Pascasarjana UINSU. Kegiatan ini mengkaji kitab Bihar al-Wilayah al-Muhammadiyah fi Manaqib A‘lam al-Sufiyah karya Abdul Wahid Tamimi al-Amidi, dengan menghadirkan Dr. Zulfahmi Lubis, Lc., M.A. sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh pimpinan Pascasarjana, dosen, mahasiswa, serta jamaah Masjid Ulul Albab. Kajian ini menjadi bagian dari ikhtiar penguatan kajian keislaman yang integratif antara dimensi tasawuf klasik dan pendekatan psikoterapi kontemporer, sejalan dengan pengembangan keilmuan di lingkungan Pascasarjana UINSU.

Acara secara resmi dibuka melalui sambutan Rektor UINSU yang diwakili oleh Wakil Rektor III UINSU, Prof. Dr. Katimin, M.Ag Dalam sambutannya, Prof. Dr. Katimin, M.Ag menegaskan bahwa kajian kitab klasik tasawuf memiliki posisi strategis dalam membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual di lingkungan akademik.

Ia menyampaikan bahwa UINSU mendorong penguatan keilmuan Islam yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh dimensi pembinaan akhlak dan kesehatan mental, terutama di tengah tantangan kehidupan modern yang kompleks.

“Integrasi antara tasawuf dan psikoterapi Islam menjadi kebutuhan mendesak hari ini. Perguruan tinggi Islam harus mampu menghadirkan solusi keilmuan yang menyejukkan, menenangkan, dan membentuk karakter insan akademik yang utuh,” ujar Prof. Katimin.

Selanjutnya, Direktur Pascasarjana UINSU Medan, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pascasarjana UINSU berkomitmen mengembangkan keilmuan Islam secara holistik, tidak hanya pada aspek rasional dan metodologis, tetapi juga pada dimensi spiritual dan etika keilmuan.

Beliau menyampaikan bahwa kajian kitab tasawuf seperti ini sangat penting dalam memperkuat identitas keilmuan Pascasarjana UINSU sebagai institusi pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan amal. Direktur Pascasarjana juga mengapresiasi peran Ulul Albab Centre yang secara konsisten menghadirkan forum-forum keilmuan dan spiritual yang berkualitas.

Kegiatan ini turut mendapat sambutan dari Ketua Ulul Albab Centre, Prof. Dr. Salamuddin, M.A., yang sekaligus bertindak sebagai khadim/kuncen Ulul Albab Centre. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kajian kitab ini merupakan bagian dari misi Ulul Albab Centre dalam menghidupkan tradisi keilmuan Islam berbasis kitab turats yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menekankan bahwa tasawuf memiliki peran penting dalam proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan dapat menjadi pendekatan efektif dalam psikoterapi Islam. Oleh karena itu, Ulul Albab Centre berupaya menjembatani khazanah tasawuf klasik dengan pendekatan psikologi modern agar dapat dipahami dan diamalkan secara kontekstual oleh generasi akademisi masa kini.

Sebagai narasumber utama, Dr. Zulfahmi Lubis, Lc., M.A. menyampaikan kajian mendalam mengenai isi dan pesan utama kitab Bihar al-Wilayah al-Muhammadiyah fi Manaqib A‘lam al-Sufiyah. Dalam pemaparannya, ia mengulas konsep kewalian, keteladanan para sufi, serta relevansinya dalam pembinaan kepribadian dan kesehatan mental umat Islam.

Kajian berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh peserta. Narasumber menekankan bahwa nilai-nilai tasawuf seperti keikhlasan, kesabaran, dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT merupakan fondasi penting dalam membangun ketenangan batin dan ketangguhan psikologis.

Kegiatan Kajian Kitab Tasawuf dan Psikoterapi ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kajian serupa dapat terus dikembangkan sebagai agenda rutin Pascasarjana UINSU. Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UINSU Medan kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang integratif, transformatif, dan berorientasi pada pembentukan insan akademik yang berilmu, berakhlak, dan berkepribadian luhur.