
Medan , 4 Maret 2026 Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dirangkaikan dengan kegiatan Safari Ramadan bertajuk “Madrasah Jiwa di Bulan Suci.” Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan dalam pembinaan spiritual serta penguatan mental warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, Pascasarjana UINSU Medan diwakili oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Salamuddin, M.A., sementara pihak universitas diwakili oleh Wakil Rektor IV Prof. Dr. Muzzakir, M.Ag. Adapun pihak Lapas Kelas I Medan diwakili langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Fonika Affandi, Amd.IP., S.H., M.H..
Program “Madrasah Jiwa di Bulan Suci” dirancang sebagai ruang pembinaan rohani bagi warga binaan, dengan menghadirkan kegiatan keagamaan seperti tausiah Ramadan, tadabbur Al-Qur’an, serta dialog keislaman yang menekankan pentingnya taubat, perbaikan diri, dan optimisme menjalani kehidupan setelah masa pembinaan. Melalui program ini, Pascasarjana UINSU Medan berupaya menghadirkan nilai-nilai keilmuan Islam yang aplikatif dan menyentuh dimensi psikologis serta spiritual warga binaan.
Dalam Komentarnya, Prof. Dr. Salamuddin, M.A, selaku Wakil Direktur Pascasarjana UINSU Medan, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana UINSU Medan dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Lapas merupakan ruang strategis untuk menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan edukatif, sehingga warga binaan dapat memperoleh penguatan mental dan spiritual secara berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Dr. Muzzakir, M.Ag. menekankan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral dan sosial UINSU dalam membangun manusia seutuhnya. Menurutnya, pendekatan keagamaan yang humanis dan dialogis diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat keimanan, serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, Amd.IP., S.H., M.H., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pascasarjana UINSU Medan dan UINSU dalam mendukung program pembinaan di lingkungan lapas, khususnya pada aspek pembinaan kepribadian dan spiritual warga binaan. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi energi positif dalam menciptakan suasana pembinaan yang lebih konstruktif dan bermakna.
Penandatanganan MoA ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program lanjutan, seperti kajian keislaman rutin, pendampingan psikospiritual, penelitian kolaboratif, serta pengabdian masyarakat berbasis pembinaan warga binaan. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan karakter dan mental warga binaan di Lapas Kelas I Medan.
Melalui program “Madrasah Jiwa di Bulan Suci,” Pascasarjana UINSU Medan bersama UINSU dan Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri, memperkuat nilai taubat, serta menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.


