
UIN Sumatera Utara Medan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan prosesi tepung tawar bagi calon jamaah haji tahun 1447 H/2026 M, Selasa (14/4). Kegiatan ini diikuti oleh para calon jamaah haji yang berasal dari kalangan pegawai UINSU, serta dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan.
Pelaksanaan acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Halal Bihalal menjadi momentum untuk saling bermaafan setelah Hari Raya Idulfitri, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus. Rangkaian kegiatan ini juga menjadi bentuk perhatian institusi terhadap para pegawai yang akan menunaikan ibadah haji.
Dalam sambutannya, pimpinan UINSU menyampaikan bahwa keberangkatan jamaah haji dari kalangan pegawai merupakan kebanggaan tersendiri bagi universitas. Selain sebagai bentuk ibadah personal, haji juga diharapkan dapat memberikan dampak spiritual yang positif, baik bagi individu maupun lingkungan kerja setelah kembali ke tanah air.
Direktur Pascasarjana UINSU Medan turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan tepung tawar memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran spiritual sekaligus memperkuat solidaritas di lingkungan akademik. “Kami berharap para calon jamaah haji dari kalangan pegawai UINSU dapat menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, menjaga kesehatan, serta kembali sebagai pribadi yang lebih baik dan membawa nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengabdian di lingkungan kampus,” ujarnya.
Prosesi tepung tawar dilaksanakan sebagai simbol doa dan harapan. Tradisi ini mencerminkan nilai kearifan lokal yang sarat makna, yakni permohonan keselamatan, kelancaran, serta keberkahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Doa bersama yang dipanjatkan menambah kekhusyukan suasana, diiringi harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan dalam setiap tahapan ibadah haji.
Para calon jamaah haji tampak mengenakan busana putih sebagai simbol kesucian dan kesiapan lahir batin. Momen ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga niat dan keikhlasan dalam menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima.
Melalui kegiatan ini, UINSU tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan, tetapi juga menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan religius. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai bentuk dukungan moril dari keluarga besar kampus kepada para calon jamaah haji.
Diharapkan seluruh jamaah haji UINSU dapat menunaikan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur, membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kerja.
