Hidupkan Budaya Akademik,Pascasarjana UINSU Sukses Gelar Grand Opening Teras Literasi dan Diskusi Rutin

MEDAN – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan resmi meluncurkan fasilitas baru berupa Teras Literasi pada Kamis (11/06/2026). Peresmian ruang kreatif akademik ini dirangkaikan langsung dengan agenda Diskusi Rutin perdana yang mengangkat tema strategis, “Perkembangan Kajian Islam di Asia Tenggara”.

Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diawali dengan prosesi peresmian oleh Direktur Pascasarjana UINSU, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi, Psikolog, bersama Wakil Direktur, Prof. Dr. Salamuddin, MA. Civitas Akademika Pascasarjana tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan langsung dibukanya wadah baru tersebut.

Dalam sambutan pembukanya, pihak pimpinan Pascasarjana menyampaikan bahwa kehadiran Teras Literasi ini diharapkan mampu menjadi oase akademik yang memantik semangat mahasiswa untuk lebih produktif dalam membaca, mendiskusikan gagasan, hingga melahirkan karya tulis ilmiah bereputasi. Sesuai dengan kutipan mutiara yang melandasi peresmian ini: “Membaca adalah jendela ilmu, menulis adalah ukiran peradaban.”

Diskusi Hangat: Mengulas Dinamika Kajian Islam di Asia Tenggara

Setelah prosesi peresmian selesai, atmosfer akademik langsung berlanjut ke sesi utama, yaitu Diskusi Rutin yang dipandu oleh Dr. Faisal Riza, MA selaku host. Sesi ini menghadirkan tokoh akademisi terkemuka, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., sebagai narasumber utama, Yang juga merupakan Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Medan Sumatera Utara.

Dalam paparannya, Prof. Azhari membedah bagaimana peta perkembangan, tantangan, serta kontribusi kajian Islam di kawasan Asia Tenggara dalam merespons arus modernitas. Penguatan riset komparatif antarnegara dinilai menjadi kunci penting bagi mahasiswa pascasarjana untuk membawa kajian Islam lokal ke panggung internasional.

Forum diskusi berjalan semakin interaktif, tajam, dan dinamis ketika memasuki sesi urun rembuk pemikiran dari para pimpinan, pakar, dan tokoh ahli UINSU yang hadir sebagai peserta aktif.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UINSU, Dr. Syafruddin Syam, M.Ag., juga ikut memberikan pandangan kritisnya di dalam diskusi. Dr. Syam menekankan pentingnya ruang literasi seperti ini untuk membedah aspek hukum dan metodologi kajian Islam kontemporer di Asia Tenggara, agar mahasiswa mampu melihat integrasi keilmuan secara lebih inklusif dan menjawab tantangan zaman.

Sejalan dengan itu, Ketua Program Studi S3 Hukum Islam Pascasarjana UINSU, Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum., turut memperkaya forum dengan memberikan pandangan akademisnya. Prof. Arifuddin menyoroti perkembangan epistemologi hukum Islam di Asia Tenggara yang terus bertransformasi, serta pentingnya mahasiswa tingkat doktoral maupun magister memanfaatkan Teras Literasi ini untuk menggali naskah dan pemikiran hukum yang kontekstual.

Selanjutnya, Dr. Hasan Matsum, M.Ag selaku Ketua Alumni Pascasarjana sekaligus Ketua MUI Kota Medan dan Dosen Pascasarjana UINSU, ikut memberikan perspektif mendalam mengenai potret sosiologis, tantangan dakwah, serta dinamika umat Islam di kawasan regional.

Tak ketinggalan, Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag. selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINSU juga memperkuat jalannya diskusi. Beliau menyoroti pentingnya penguatan mutu riset dan literasi ilmiah mahasiswa pascasarjana agar karya-karya yang lahir dari Teras Literasi ini mampu bersaing di kancah global serta memberikan dampak nyata bagi perkembangan studi Islam.

Pihak panitia dari BKM Ulul Albab Pascasarjana UINSU menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari berbagai mitra sponsor, di antaranya Meidina Cipta, Meidina Parfum, dan Rumah Jurnal Baitul Hikmah, yang ikut menyukseskan jalannya acara dari awal hingga selesai.

Dengan dibukanya Teras Literasi Pascasarjana ini, diharapkan tidak ada lagi sekat bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran. Tempat ini siap menjadi saksi lahirnya pemikir-pemikir besar baru dari bumi Sumatera Utara.