
Medan – Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadan sekaligus memperkaya wawasan akademik, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan yang dirangkai dengan dialog ilmiah mengenai sistem pendidikan di Iran bersama ulama dan cendekiawan internasional, Sayyid Jalal al-Din Faqih Imani. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan dan dihadiri oleh pimpinan, dosen, serta mahasiswa.
Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Pascasarjana UIN Sumatera Utara yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sayyid Jalal al-Din Faqih Imani di tengah civitas akademika Pascasarjana UIN SU. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperdalam diskusi intelektual mengenai perkembangan pendidikan Islam di berbagai belahan dunia.
Direktur Pascasarjana juga menyampaikan bahwa dialog akademik seperti ini sangat penting dalam membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai dinamika sistem pendidikan di negara lain, khususnya Iran yang dikenal memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat. Melalui forum ini diharapkan dapat terbangun pertukaran gagasan serta peluang kerja sama akademik di masa mendatang.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan yang menegaskan bahwa kegiatan dialog keilmuan lintas negara menjadi bagian dari upaya Pascasarjana dalam memperluas perspektif global mahasiswa. Ia berharap para peserta dapat mengambil banyak pelajaran dari pengalaman sistem pendidikan di Iran, terutama dalam pengembangan integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai spiritual, dan tradisi intelektual Islam.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Sayyid Jalal al-Din Faqih Imani menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Iran menekankan keseimbangan antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan modern. Menurutnya, lembaga pendidikan di Iran berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Dialog yang berlangsung hangat ini juga diwarnai dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Para mahasiswa dan dosen tampak antusias berdiskusi mengenai berbagai aspek pendidikan Islam, mulai dari tradisi keilmuan, pengembangan kurikulum, hingga tantangan pendidikan di era globalisasi.
Melalui kegiatan silaturahmi Ramadan dan dialog akademik ini, Pascasarjana UIN Sumatera Utara berharap dapat terus memperkuat jejaring intelektual internasional serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih progresif dan berdaya saing global.

