Pascasarjana UINSU Menerima Kunjungan dari Hauzah Ilmiah Ayatullah Khui dalam Penguatan Wawasan Keislaman Global

Medan – Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadan sekaligus memperkaya wawasan akademik, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan yang dirangkai dengan dialog ilmiah mengenai tradisi pendidikan Islam global, khususnya sistem hauzah ilmiah. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan dan dihadiri oleh pimpinan, dosen, serta mahasiswa.

Acara diawali dengan sambutan Direktur Pascasarjana UIN Sumatera Utara yang menyampaikan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperdalam diskusi intelektual. Ia menekankan pentingnya memahami berbagai model pendidikan Islam dunia sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik civitas Pascasarjana.

Dalam pemaparannya, diskusi menyoroti keberadaan Hauzah Ilmiah Ayatullah Khui sebagai salah satu pusat pendidikan Islam Syiah yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan keilmuan Islam. Lembaga ini sering dikaitkan dengan pemikiran Ayatullah Agung Sayyid Abulqasim al-Khui, yang dikenal sebagai otoritas keagamaan terkemuka dengan kontribusi luas dalam bidang fikih dan studi keislaman.

Berbasis di Najaf, hauzah ini menjadi pusat studi Islam tingkat lanjut yang menekankan kedalaman kajian teks klasik, metodologi keilmuan yang ketat, serta integrasi antara dimensi rasional dan spiritual. Sistem pendidikan hauzah dinilai mampu mencetak ulama dan intelektual yang memiliki kapasitas analitis tinggi sekaligus kedalaman spiritual yang kuat.

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sumatera Utara dalam sambutannya menegaskan bahwa dialog keilmuan lintas tradisi ini merupakan bagian dari upaya memperluas perspektif global mahasiswa. Ia berharap peserta dapat mengambil pelajaran dari sistem pendidikan hauzah, terutama dalam membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan, nilai spiritual, dan integritas moral.

Dialog berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang mengangkat isu tradisi keilmuan Islam, pengembangan kurikulum, hingga relevansi model pendidikan klasik dalam menghadapi tantangan era modern.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring intelektual serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran baru dalam pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, progresif, dan berdaya saing global