Direktur Pascasarjana UINSU Medan Ikuti FORDIPAS dan Jadi Keynote Speaker pada The 6th INCOILS 2026 di Padang

Padang 8 Agustus 2026 – Direktur Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi., Psikolog, turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Forum Direktur Pascasarjana (FORDIPAS) dan The 6th International Conference on Islam, Law and Society (INCOILS) 2026) yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, pada 6–9 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu ruang pertemuan bagi para pimpinan Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam untuk bertukar gagasan dan membicarakan berbagai perkembangan pendidikan tinggi Islam. Selain agenda FORDIPAS, rangkaian kegiatan juga diisi dengan konferensi internasional yang menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai latar belakang keilmuan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay tidak hanya hadir sebagai peserta dalam kegiatan FORDIPAS, tetapi juga mendapat kesempatan menjadi Keynote Speaker pada The 6th INCOILS 2026. Kehadiran Direktur Pascasarjana UINSU Medan dalam forum tersebut menjadi bagian dari kontribusi UINSU dalam percakapan akademik yang membahas persoalan Islam, hukum, masyarakat, serta isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Bahas Kesehatan Mental dalam Sesi Paralel

Selain sebagai Keynote Speaker, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay juga terlibat dalam Parallel Session dengan tema “Mental Health”.

Tema kesehatan mental menjadi salah satu pembahasan yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Perubahan sosial, tuntutan pekerjaan dan pendidikan, perkembangan teknologi, hingga persoalan dalam hubungan sosial dapat memberikan tekanan yang berbeda bagi setiap individu.

Dalam sesi tersebut, isu kesehatan mental dibahas dari sudut pandang akademik dan dikaitkan dengan berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Pembahasan ini juga menjadi ruang untuk melihat bahwa persoalan mental tidak berdiri sendiri, tetapi dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial, pendidikan, keluarga, maupun kondisi keagamaan seseorang.

Keterlibatan Prof. Dr. Nurussakinah Daulay dalam sesi ini juga memperlihatkan bahwa kajian psikologi memiliki ruang yang luas untuk berdialog dengan kajian keislaman dan sosial. Hal tersebut menjadi semakin relevan dalam pengembangan pendidikan Pascasarjana yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin.

FORDIPAS Jadi Ruang Bertukar Pengalaman

Keikutsertaan Prof. Dr. Nurussakinah Daulay dalam FORDIPAS menjadi bagian lain yang tidak kalah penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Forum ini memberikan kesempatan kepada para Direktur Pascasarjana untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan pendidikan Pascasarjana.

Berbagai pengalaman mengenai pengelolaan program studi, peningkatan mutu akademik, penelitian, publikasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga kerja sama antarperguruan tinggi dapat menjadi bahan pertukaran dalam forum tersebut.

Bagi Pascasarjana UINSU Medan, keikutsertaan dalam forum seperti FORDIPAS menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi dengan Pascasarjana perguruan tinggi lainnya. Hubungan yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kegiatan akademik bersama.

Perkuat Jejaring Pascasarjana UINSU Medan

Kehadiran Direktur Pascasarjana UINSU Medan di Padang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik Pascasarjana UINSU dengan berbagai perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Jejaring tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti penelitian bersama, publikasi ilmiah, seminar dan konferensi, pertukaran akademik, pengembangan program pendidikan, maupun bentuk kerja sama lainnya.

Langkah ini sejalan dengan arah pengembangan Pascasarjana UINSU Medan yang terus mendorong penguatan kualitas akademik dan kerja sama kelembagaan. Pertemuan dengan para pimpinan Pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Dorong Kajian yang Lebih Dekat dengan Persoalan Masyarakat

The 6th INCOILS 2026 sendiri mengangkat sejumlah tema yang berkaitan dengan persoalan keislaman dan kehidupan masyarakat, mulai dari kajian Al-Qur’an dan Hadis, hukum Islam, ekonomi syariah, pendidikan, politik, hak asasi manusia, hingga psikologi dan sosiologi agama.

Masuknya isu kesehatan mental dalam pembahasan tersebut menunjukkan bahwa kajian keislaman saat ini semakin terbuka terhadap persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Pendekatan seperti ini penting agar hasil kajian akademik tidak hanya berkembang di ruang kampus, tetapi juga dapat memberikan jawaban terhadap persoalan nyata.

Bagi Pascasarjana UINSU Medan, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus membawa kajian akademik ke ruang yang lebih luas. Kehadiran Prof. Dr. Nurussakinah Daulay sebagai Keynote Speaker sekaligus peserta Parallel Session menjadi salah satu bentuk kontribusi Pascasarjana UINSU dalam forum akademik yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu.

Melalui keikutsertaan dalam FORDIPAS dan The 6th INCOILS 2026, Pascasarjana UINSU Medan diharapkan semakin aktif membangun kerja sama dan pertukaran gagasan dengan berbagai perguruan tinggi. Tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah Pascasarjana UINSU untuk terus mengembangkan tradisi akademik, penelitian, dan publikasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pascasarjana UINSU Medan terus membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring akademik sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan Pascasarjana yang semakin berkualitas, terbuka terhadap perkembangan ilmu, dan relevan dengan persoalan masyarakat.